Skip to main content

{BOO-VIEW} Review Novel 'Apapun Selain Hujan - Orizuka'


Alright, Diriku akan melakukan Comeback dengan konten baru untuk blog ini, Yaitu...

Boo-View alias Books Review!

Novel pertama yang akan direview adalah Novel yang baru banget selesai kubaca, (padahal belinya sudah lama banget, bersarang di google books.) Novel ini karya ke- 25 Orizuka yang berjudul Apapun Selain Hujan. Meskipun buku ini sudah terbit dari tiga tahun yang lalu, tetap gak apa, ya? lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Sebelum kita masuk ke bagian Review mari kita tengok Detail dari buku ini :  


Judul       : Apapun Selain Hujan 
Penulis    : Orizuka 
Tebal       : 287 Halaman
Penerbit  : Gagasmedia
Tahun      : 2016


Blurb : 
 
Wira membenci hujan. Hujan mengingatkannya akan sebuah memori buruk, menyakitinya...
Agar bisa terus melangkah, Wira meninggalkan semuanya. Ia meninggalkan kota tempat tinggalnya. Meninggalkan mimpi terbesarnya. Bahkan, meninggalkan perempuan yang disayanginya. 

Namun, seberapa pun jauh langkah Wira meninggalkan mimpi, mimpi itu justru semakin mendekat. Saat ia sedang berusaha keras melupakan masa lalu, saat itulah ia bertemu Kayla. 

Pertemuan itu merubah segalanya. 

Sebuah novel tentang melepaskan mimpi di bawah hujan. Tentang cinta yang diam-diam tumbuh bersama luka. Juga tentang memaafkan diri sendiri. 

 
Genre dari novel ini adalah Romansa, Romansa remaja tanggung. Inti ceritanya sendiri adalah tentang Wira, si tokoh utama, yang memilih untuk meninggalkan segala kehidupannya di masa lalu dengan tujuan melupakan kejadian mengerikan yang pernah menimpanya.

Wira adalah seorang pemuda pendiam, tidak banyak bicara, dan sangat mencintai Taekwondo. Disisinya ia memilih dua orang sahabat, Faiz, si periang dan keras kepala. Serta Nadine, seorang gadis yang sifatnya kurang lebih sama dengan Faiz. Meskipun Wira dan kedua sahabatnya berbeda karakter namun mereka memiliki satu kesamaan, yaitu Taekwondo. Ketiganya bersahabat sejak usia sepuluh tahun dan sama-sama memegang sabuk hitam.

Pada suatu pertandingan, Wira berhadapan dengan Faiz sebagai lawannya. Ketika melakukan tendangan, Faiz kehilangan nyawanya. Dokter mendiagnosa Faiz terkena serangan jantung. Tetapi semua orang menyalahkan Wira, sampai-sampai membuat gosip miring tentang orang tuanya. Wira benar-benar terpukul. Akhirnya ia memutuskan untuk kuliah di Malang dan meninggalkan semua kehidupannya di Jakarta. Wira bersumpah untuk melupakan segala hal yang berbau Taekwondo. termasuk meninggalkan Nadine, gadis yang dicintainya.

Tanpa disangka Wira bertemu seorang gadis cerewet nyang juga seorang atlit Taekwondo di kampus barunya. Gadis bernama Kayla itu memaksa masuk dikehidupan Wira yang sudah Wira tutup rapat-rapat. Hasilnya Kayla kembali menguak luka lama Wira.

Kurang lebih seperti itulah sinopsis singkatnya. Seperti biasa, Orizuka menyajikan cerita dengan diksinya yang dramatis namun santai dan mudah dipahami. Novel sejenis ini memang keahliannya. Entah Apapun Selain Hujan ini sudah novel Orizuka yang ke berapa yang sudah saya baca. Sebagai penggemar novelnya, setiap menyelesaikan membaca karya Mba Orizuka selalu merasa semakin jatuh cinta saja. 

Awal cerita saya sudah disuguhkan oleh kematian seseorang. Tapi ternyata kematian seseorang ini yang mengantarkan  saya pada cerita. Alur ceritanya sangat dinamis. Membawa perasaan saya naik turun dan berpikir 'Wah ini bakal sad ending' tapi ternyata tidak. Kehidupan khas dunia kampus, terutama masa-masa orientasi, digambarkan dengan sangat jelas. Begitu juga dengan deskripsi Universitas Brawijaya dan Kota Malang yang menjadi latar tempat dari cerita ini. Juga, membaca novel ini menambah wawasan saya tentang Seni bela diri Taekwondo dan bahasa Jawa. Orizuka memuat banyak istilah Taekwondo juga penjelasan-penjelasan singkat tentang olahraga itu sendiri. 

Kutipan favorit saya dalam novel ini  :
 "Orang lain bisa mengatakan apa pun yang mereka mau, Le. Itu sepenuhnya kuasamu untuk percaya..." "...Tapi, Kamu juga punya kuasa untuk memercayai dirimu sendiri, juga orang-orang yang benar-benar sayanmg dan peduli padamu. Kalau kamu selalu percaya omongan orang lain, kamu tidak akan bisa bahagia." -Uti, dalam Apapun Selain Hujan.
Hanya saja, penggambaran latar tempat yang terlalu detail membuat saya kurang bisa berimajinasi. Selain itu, penggambaran perasaan tokoh Nadine. Sebenarnya Nadine mencintai Wira juga atau tidak? mengapa ia bisa dengan mudah melepas Wira pada Kayla? sedikit heran, tapi tidak apalah mungkin memang tupoksinya di situ (apaan)

Novel ini sangat cocok menjadi bacaan ringan di kala bosan. Bahasanya yang ringan, dan cerita sederhana namun memiliki makna yang dalam. Ceritanya juga tidak terlalu panjang. Sedang-sedang saja. Tidak terlalu tebal tidak terlalu tipis.

Karena saya membacanya dari Google Books, tidak ada penilaian untuk bentuk fisiknya. 

Saya rasa cukup sekian Review buku dari saya, Maaf jika bentuk review ini masih abal-abal (karena ini review buku pertama saya). Selamat Membaca.

Rate : 7.5/10



Comments

Popular posts from this blog

{BE-VIEW} Marina UV White Hydro Cool Gel Lotion

udah lama banget gak ngeblog, dan sekarang memutuskan untuk melanjutkan blog yang sepi ini... jadi di comeback ini aku akan ngereview handbody lotion favorite aku. tebak apa hayo.... yaps! Marina UV Hydro Cool Gel Lotion!

Barang yang Wajib ADA di dalam Makeup Pouch mu!

Wassap Gurlss~~~ Kali ini aku posting tentang benda-benda yang wajib ada dalam make up pouch anak sekolahan ya! Di lihat dari gambar di bawah ini :

Berbagai Manfaat Baby Oil untuk kecantikan!

kalau kalian menemukan barang ini apa yang terbesit di pikiran anda? produk bayi? minyak untuk pijat bayi? harum? lembut? ternyata produk ini ada manfaatnya buat kecantikan lhoo..............